Cari Blog Ini

Rabu, 05 Januari 2022

Pahala Memberi Makan

 

Pahala Memberi Makan

Rabu 10 Jun 2020 12:16 WIB

Red: Irwan Kelana

Warga mengambil bungkusan bahan makanan gratis yang ditempel di tembok di Kampung Menayu, Magelang, Jawa Tengah, Ahad (17/5). UntuK membantu perekonomian warga kurang mampu imbas pendemi virus corona, warga bersedekah bersama dengan memberikan bahan makanan gratis

Warga mengambil bungkusan bahan makanan gratis yang ditempel di tembok di Kampung Menayu, Magelang, Jawa Tengah, Ahad (17/5). UntuK membantu perekonomian warga kurang mampu imbas pendemi virus corona, warga bersedekah bersama dengan memberikan bahan makanan gratis

 

Foto: Wihdan Hidayat/ Republika

Orang yang memberi makan akan bertemu Allah SAW di sisi orang yang lapar.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Dr KH Syamsul Yakin MA

 

Informasi pahala memberi makan berserak dalam literatur Islam yang sangat banyak. Misalnya, di dalam al-Jami’ al-Shagir, Imam Jalaluddin al-Suyuthi mengutip satu hadits Nabi SAW tentang orang yang akan mendapatkan perlindungan di bawah Arasy Allah SWT. Dia adalah orang yang memberi makan orang yang lapar.

 

Tak hanya berpahala, memberi makan bahkan dipuji oleh Nabi SAW, “Sesungguhnya orang terbaik di antara kalian adalah orang yang memberi makan.” (HR. Thabrani). Seorang laki-lai bertanya kepada Nabi SAW, “Perbuatan apa yang terbaik di dalam Islam?” Nabi SAW menjawab, “Kamu memberi makan kepada orang lain.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Syaikh Nawawi Banten menceritakan ulang di dalam karyanya Nashaihul Ibad tentang rahasia Nabi Ibrahim hingga menjadi khalilulllah (kekasih Allah). Nabi Ibrahim mengaku tidak makan sore dan makan pagi kecuali bersama tamu. Bahkan Nabi Ibrahim menempuh perjalanan sejauh 1 mil atau 2 mil sekadar mencari orang untuk menemaninya makan.

 

Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya di surga terdapat sejumlah kamar yang bagian luarnya terlihat dari bagian dalamnya dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya. Lalu seorang Arab Badui berdiri lalu bertanya, “Ya Rasulullah untuk siapa kamar-kamar itu?” Nabi SAW menjawab, “…untuk orang yang memberi makan …” (HR. Turmudzi).

 

Tak hanya beroleh kamar khusus, orang yang memberi makan juga akan masuk surga dari pintu khusus. Nabi SAW informasikan, “Barangsiapa yang memberi makan kepada seorang mukmin  hingga membuatnya kenyang dari rasa lapar, maka Allah akan memasukkannya ke dalam salah satu pintu surga yang tidak dimasuki oleh orang lain.” (HR. Thabrani).

 

Memberi makan tidak harus menunggu menjadi kaya dan berlebihan makanan. Sebab memberi makan dalam keadaan sempit pahalanya sangat besar di hadapan Allah SWT. Bahkan dapat melindungi pelakunya dari siksa neraka. Nabi SAW bersabda, “Api neraka merasa takut walaupun dengan sebiji kurma (yang kalian berikan untuk orang yang lapar).” (HR. Bukhari)

 

Di dalam Alquran disebutkan bahwa orang yang memberi makan akan dapat menempuh jalan mendaki dan sukar (aqabah). Allah SWT bertanya, “Dan tahukah kamu apakah kiranya jalan yang mendaki dan sukar itu?” (QS. al-Balad/90: 12). Pertanyaan ini dijawab sendiri oleh Allah SWT, “…Memberi makan pada hari kelaparan.” (QS. al-Balad/90: 14).

 

Di dalam Alquran juga disebutkan bahwa orang yang tidak mau memberi makan adalah sebagai pendusta agama. Allah SWT bertanya, “Tahukah kamu siapa orang yang mendustakan agama?” (QS. al-Ma’un/107: 1) Menurut Allah SWT dialah, “(Orang yang) tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.” (QS. al-Ma’un/107: 3).

 

Filosofi kesediaan memberi makan dapat dipahami dari hadits Qudsi berikut ini, “Pada hari ini Aku menahan karunia-Ku darimu sebagaimana kamu telah menahan kelebihan sesuatu yang sebenarnya bukan merupakan hasil usahamu.”  (HR. Bukhari dan Muslim). Sejatinya  manusia diberi makan oleh Allah SWT. Manusia tidak bisa menciptakan makanannya sendiri.

 

Di dalam hadits Qudsi disebutkan orang yang memberi makan akan bertemu Allah SAW di sisi orang yang lapar. “Wahai anak Adam, Aku minta makan kepadamu, tetapi kamu tidak mau memberikan makan kepada-Ku”. Orang itu bertanya, “Wahai Tuhan, bagaimana caranya aku memberi makan kepada-Mu, sedang Engkau Tuhan penguasa alam semesta?”

 

Allah menjawab, “Ketahuilah, apakah kamu tidak peduli terhadap seorang hamba-Ku, yakni si fulan. Ia telah datang meminta makan kepadamu, namun kamu tidak memberinya makan. Ketahuilah, sekiranya kamu mau memberinya makan, maka kamu akan mendapati-Ku di sisinya.” (HR. Muslim). Pertanyaannya, sudahkah kita membuat kenyang orang yang lapar hari ini?

 

https://www.republika.co.id/berita/qbp2nd374/pahala-memberi-makan


==================


Rasulullah SAW Sebut Orang yang Sering Berbagi Makanan Dijamin Masuk Surga

 

Devi Setya - detikFood Jumat, 20 Agu 2021 05:00 WIB

 

Rasulullah SAW Sebut Orang yang Sering Berbagi Makanan Dijamin Masuk Surga Foto: Getty Images/iStockphoto/kuarmungadd

Jakarta - Rasulullah SAW selalu mengajarkan untuk berbagi makanan dengan kerabat atau tetangga. Orang-orang yang sering berbagi makanan bahkan disebut terjamin masuk surga.

Makan merupakan kebutuhan setiap makhluk hidup, termasuk manusia. Setiap makanan yang masuk ke tubuh akan menjadi energi yang membuat organ tubuh bisa berfungsi optimal.

 

Namun ada kalanya, beberapa kondisi membuat orang kesulitan mendapatkan makanan, misalnya keadaan ekonomi. Kondisi inilah yang membuat orang yang berkecukupan diwajibkan untuk berbagi makanan.

 

Bahkan sebagai umat muslim, disunnahkan berbagi makanan dengan tetangga. Rasulullah SAW bahkan kerap mencontohkan untuk berbagi makanan dengan kerabat dan tetangga meskipun jumlahnya tak banyak.

 

Rasulullah SAW Sebut Orang yang Sering Berbagi Makanan Dijamin Masuk SurgaRasulullah SAW Sebut Orang yang Sering Berbagi Makanan Dijamin Masuk Surga Foto: Getty Images/iStockphoto/kuarmungadd

Baca juga: Hukum Menolak Hamper dalam Islam dan Adab Menerimanya

Dalam hal ini, Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah beriman kepadaku orang yang kenyang semalaman sedangkan tetangganya kelaparan di sampingnya, padahal ia mengetahuinya." (HR At-Thabrani).

 

Membagi makanan dengan tetangga tidak harus ketika memiliki banyak makanan. Dalam jumlah sedikitpun tidak masalah. Akan berdosa seorang muslim jika merasa perutnya kenyang sementara tetangganya kelaparan.

 

Dari Abu Dzarr radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Wahai Abu Dzarr, jika engkau memasak masakan berkuah, maka perbanyaklah kuahnya dan perhatikanlah tetanggamu." (HR Muslim)

 

Anjuran saling memberi makanan kepada tetangga tak hanya memiliki makna untuk memberi saja. Lebih dari itu, Rasulullah menyuruh umatnya untuk terus dan saling memperhatikan kondisi tetangganya.

 

Dalam hal ini bukan berarti untuk ikut campur dalam urusan rumah tangga tetangga, melainkan untuk memastikan bahwa tetangga terdekat kita memiliki cukup makanan untuk dikonsumsi. Tidak harus makanan utama, bisa juga berupa makanan selingan seperti camilan atau buah.

 

Dalam sebuah hadits disebutkan, orang yang memberi makanan kepada mereka yang kelaparan termasuk ke dalam golongan orang yang paling mulia.

 

"Sesungguhnya orang terbaik di antara kalian adalah orang yang memberi makan." (HR. Thabrani).

 

Seorang laki-laki pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, "Perbuatan apa yang terbaik di dalam Islam?" Rasulullah SAW menjawab, "Kamu memberi makan kepada orang lain." (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Saking mulianya orang yang berbagi makanan, Allah SWT bahkan menjamin, di akhirat kelak Allah SWT akan menyiapkan ruangan khusus di dalam surga.

 

Rasulullah SAW Sebut Orang yang Sering Berbagi Makanan Dijamin Masuk SurgaRasulullah SAW Sebut Orang yang Sering Berbagi Makanan Dijamin Masuk Surga Foto: Getty Images/iStockphoto/kuarmungadd

Baca juga: Ini Waktu Makan Nabi Muhammad SAW saat Sarapan hingga Makan Malam

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya di surga terdapat sejumlah kamar yang bagian luarnya terlihat dari bagian dalamnya dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya. Lalu seorang Arab Badui berdiri lalu bertanya, "Ya Rasulullah untuk siapa kamar-kamar itu?" Nabi SAW menjawab, "...untuk orang yang memberi makan ..." (HR. Tirmidzi).

 

Tak hanya itu, Allah SWT juga akan memberikan pintu khusus yang hanya bisa dimasuki oleh mereka yang selama hidupnya di dunia gemar memberi makan orang lain yang kelaparan.

 

"Barangsiapa yang memberi makan kepada seorang mukmin hingga membuatnya kenyang dari rasa lapar, maka Allah akan memasukkannya ke dalam salah satu pintu surga yang tidak dimasuki oleh orang lain." (HR. Thabrani).

https://food.detik.com/info-kuliner/d-5688689/rasulullah-saw-sebut-orang-yang-sering-berbagi-makanan-dijamin-masuk-surga

 

 

Tidak ada komentar:

ERWEBS - Erfin Website Maker - www.erfins.com

ERWEBS - Erfin Website Maker - www.erfins.com
ERWEBS - JASA PEMBUATAN WEBSITE PROFESIONAL BOGOR Jasa Pembuatan Website, Iklan & Promo Di Internet, E Mail, Google Search Engine, Google Maps, Youtube, Twitter, Facebook, Instagram, Forum Jual Beli Kerjasama , News & Info, Update & Renovasi Website ,Merubah Blog Ke Web Dll

KREY / TIRAI ALUMUNIUM OUT DOOR

KREY / TIRAI ALUMUNIUM OUT DOOR
KREY / TIRAI ALUMUNIUM OUT DOOR - Tirai outdoor - tahan hujan, tirai matahari, tirai garasi mobil, krey tahan air, tirai penghalang matahari, tirai teras modern, penutup panas depan rumah.

SHARE THIS / BAGIKAN

HUBUNGI KAMI

 HUBUNGI KAMI DI HP / WA : 



0895 12649 818

0812 56 161720  

WA 0812 56 161720

TERBARU

TERBARU - ERFIN SYAFRIZAL, ERFINS, www.erfins.com

Penerapan ganjil genap di 26 ruas jalan

Penerapan ganjil genap di 26 ruas jalan
penerapan ganjil genap di 26 ruas jalan akan berlaku pada periode Senin - Jumat pada pukul 06.00 - 10.00 WIB dan 16.00 - 21.00 WIB.

ASMAUL HUSNA

CARI AYAT DI AL QURAN

Total Tayangan Halaman