Cari Blog Ini

Senin, 17 Januari 2022

Misteri: Wow! Struktur Mirip “Tembok” Lurus di Dalam Laut Utara Papua

Misteri: Wow! Struktur Mirip “Tembok” Lurus di Dalam Laut Utara Papua

Dipublikasi pada September 10, 2011 oleh spedaonthel



Wow! Struktur Mirip “Tembok” Lurus di Dalam Laut Utara Papua


Jayapura Wall sepanjang 110km dilihat dari satelit. (Courtesy: Google Earth)

ENTAH MENGAPA, TIBA-TIBA “GOOGLE MAP” DAN WIKIMAPIA TELAH MENGHILANGKAN STRUKTUR TERSEBUT SEJAK JANUARI 2012 DAN KINI DASAR LAUTNYA TERLIHAT MENJADI BIASA


Bagi bangsa Indonesia, Nuswantara (Nusantara) dikenal juga mencakup hingga ke tanah Irian Jaya (pulau Papua). Salah satu pulau terbesar di dunia ini banyak mengandung misteri yang belum terungkap.

Ternyata di perairan utara dari salah satu pulau terbesar itu juga tersimpan suatu misteri yang menakjubkan!

Saat Bumi di zaman es ribuan tahun yang lalu, pulau Irian jauh lebih besar. Bagian selatannya masih menyambung dengan benua Australia.

Begitu juga di bagian pesisir utara pulau Papua, daratannya lebih luas dari yang sekarang. Daratannya masih jauh menghampar ke tengah laut beratus kilometer karena permukaan laut pada waktu itu masih lebih dangkal dibandingkan pada masa sekarang.

Permukaan laut yang masih dangkal atau masih rendah tersebut disebabkan karena wilayah hamparan es di kutub utara dan kutub selatan belum banyak mencair seperti sekarang.


Jayapura offshore walls dilihat dari dalam laut. (Courtesy: Google Earth)

Dilepas pantai bagian utara dari pulau besar ini diperkirakan terdapat struktur bangunan mirip “beteng” (awam: benteng) yang panjangnya 110 km dan tingginya setinggi gunung: 1860 meter, dengan lebar 2700 meter!

Jika dilihat, struktur ini lebih mirip “dinding” atau “tembok”. Dan hebatnya lagi tembok ini lurus memanjang secara sempurna sepanjang 110 kilometer!

Jika benar, jelas beteng seperti ini tidak mungkin dibuat oleh peradaban manusia kera ataupun manusia primitif, mengingat bangunan tertinggi di abad modern saat ini saja, tingginya baru sekitar 800 meter yaitu menara Dubai. Sedangkan bangunan ini sudah menjulang 1860 meter atau lebih dari 2 kali tingginya Dubai Tower!

Bangunan ini tidak mungkin dibangun oleh masyarakat yg hanya bersenjata sumpit, pedang, keris dan tombak, dan juga tak mungkin dibangun oleh masyarakat yg alat transportasinya sebatas keledai, kuda dan pedati.


Jayapura walls Indonesia, tinggi 1,86 km dan lebar 2,7 km (Courtesy: Google Earth)

Struktur itu berada dilaut lepas tak jauh dari kota terbesar dan juga ibukota Papua, Jayapura. Oleh karenanya untuk sementara ini struktur tersebut dinamai Jayapura Wall atau Tembok Jayapura.

Dengan menggunakan google map, koordinat beteng menakjubkan tersebut terlihat berada di samudera Pasifik, yaitu di bagian utara dari pulau Papua (Irian Jaya) pada 1°59’46.9”S dan 141°29’24.6239”E (lihat melalui satelit)


Bandingkan lebarnya Ibukota Irian, Jayapura (di kiri bawah) dengan panjangnya tembok raksasa ini.

Objek Dalam Peta Dapat Diedit, Ditutup Atau Dihapus

Seperti yang telah terjadi, tembok misterius di dalam laut di utara Jayapura yang dimaksud telah tak terlihat lagi. Kemana objek itu, mengapa bisa terjadi?

Hal ini sebenarnya biasa saja, karena pihak-pihak terkait dalam penyajian “jasa pengelihatan via satelit untuk UMUM”, dalam hal ini seperti Google Map, Wikimapia, Bing Map, Yahoo Map atau lainnya, tidak sembarangan menyajikan tampilan yang dapat menuai kontroversi di publik dunia. Hal itu harus dilakukan dengan kebijaksanaan yang lebih arif.

Anda tak percaya? Mari kita lihat tampilan peta lainnya, namun masih di wilayah Indonesia. Bukalah Google Map, atau Wikimapia. Lebih mudah ke Wikimapia saja, tak perlu aplikasi, coba klik disini. Lalu sorotlah ke daerah Selat Sunda.


Tampilan Selat Sunda di Wikimapia.

Pada layar di kanan atas (jika memakai PC), ubah Wikimapia Map menjadi Wikimapia Sattelite.

Terlihat, pada tampilan di Wikimapia (atau Yahoo Map atau Google Map) terlihat sama, seakan biasa saja.

Tampilan dasar laut di Selat Sunda diantara Anak Krakatau dan Pulau Jawa, seakan biasza, datar saja.

Tapi sekarang cobalah ganti mode dengan Bing Map, atau Bing Hybrid. Caranya sama, klik pada kanan atas pada layar, pilih Bing Map, atau Bing Hybrid. Kini, apa yang Anda lihat?

Tampak dua buah “lubang besar misterius” seperti palung yang terlihat di dasar laut Selat Sunda! Lubang mengangga di dasar laut Selat Sunda ini kini sudah dihapus di layann jasa penampakan via satelit, seperti Google Map dan Wikimapia.

Namun tahukah Anda? Pada masa lalu, admin IndoCropCircles justru awalnya menemukan “anomali” lubang besar di dasar laut di Selat Sunda itu, justru dari Wikimapia, yang kini telah dihapus!

Gilanya, lubang tersebut tampak jauh lebih besar dan lebar di Wikimapia jika dibandingkan dengan tampilannya di Bing Map pada saat ini.


Tampilan Selat Sunda di Bing Map Hybrid. Tampak dua lubang besar di dasar Selat Sunda yang misterius.

Kini, kedua lubang misterius di dasar laut atau di dalam Selat Sunda tersebut sudah dihapus oleh Google Map, Yahoo Map dan Wikimapia.

Namun hal ini tidak dilakukan atau belum dilakukan di Bing Map! Hal ini persis seperti Tembok Jayapura atau tembok misterius di Utara Papua!

Ini adalah bukti, bahwa pihak jasa tampilan pemetaan di dunia internet yang terkait, bisa mengubah atau menutup wilayah-wilayah tertentu!!!

Sayangnya Bing Map juga sudah menutup wilayah laut utara Jayapura. Kebijaksanaan di dalam dunia cyber memang harus dijaga karena menyangkut dan dapat diakses seluruh populasi dunia, terutama yang menuai kehebohan, seperti juga penampakan atau fenomena “gila” lainnya.

Jadi, jika Anda menemukan tampilan tak biasa di dunia cyber, jangan lupa diunduh, di kopi atau di screenshot, karena bisa jadi apa yang Anda pernah lihat akan dihapus di kemudian hari.

Sekilas Tentang Papua

Papua adalah pulau terbesar kedua di dunia. Pada sekitar Tahun 200 M , ahli Geography bernama Ptolamy menyebutnya dengan nama LABADIOS. Pada akhir tahun 500 M, pengarang Tiongkok bernama Ghau Yu Kua memberi nama TUNGKI, dan pada akhir tahun 600 M, Kerajaan Sriwijaya menyebut nama Papua dengan menggunakan nama JANGGI.

Tidore memberi nama untuk pulau ini dan penduduknya sebagai PAPA-UA yang sudah berubah dalam sebutan menjadi PAPUA. Pada tahun 1545, Inigo Ortiz de Retes memberi nama NUEVA GUINEE dan ada pelaut lain yang memberi nama ISLA DEL ORO yang artinya Pulau Emas. Robin Osborne dalam bukunya, Indonesias Secret War: The Guerilla Struggle in Irian Jaya (1985), menjuluki provinsi paling timur Indonesia ini sebagai surga yang hilang.

Tidak diketahui apakah pada peradaban kuno sebelum masehi di Papua telah terdapat kerajaan. Bisa jadi zaman dahulu telah terdapat peradaban maju di Papua. Pada sebuah konferensi tentang lampu jalan dan lalulintas tahun 1963 di Pretoria (Afrika Selatan), C.S. Downey mengemukakan tentang sebuah pemukiman terisolir di tengah hutan lebat Pegunungan Wilhelmina (Peg. Trikora) di Bagian Barat New Guinea (Papua) yang memiliki sistem penerangan maju.

Para pedagang yang dengan susah payah berhasil menembus masuk ke pemukiman ini menceritakan kengeriannya pada cahaya penerangan yang sangat terang benderang dari “beberapa bulan” yang ada di atas tiang-tiang di sana. Bola-bola lampu tersebut tampak secara aneh bersinar setelah matahari mulai terbenam dan terus menyala sepanjang malam setiap hari. Kita tidak tahu akan kebenaran kisah ini tapi jika benar itu merupakan hal yang luar biasa dan harus terus diselidiki.


Raja Ampat, Papua, Indonesia (pict: Natgeo)

Papua telah dikenal akan kekayaan alamnya sejak dulu. Pada abad ke-18 Masehi, para penguasa dari kerajaan Sriwijaya, mengirimkan persembahan kepada kerajaan China. Di dalam persembahan itu terdapat beberapa ekor burung Cendrawasih, yang dipercaya sebagai burung dari taman surga yang merupakan hewan asli dari Papua.

Dengan armadanya yang kuat Sriwijaya mengunjungi Maluku dan Papua untuk memperdagangkan rempah – rempah, wangi – wangian, mutiara dan bulu burung Cenderawasih. Pada zaman Kerajaan Majapahit sejumlah daerah di Papua sudah termasuk dalam wilayah kekuasaan Majapahit. Pada abad XVI Pantai Utara sampai Barat daerah Kepala Burung sampai Namatota ( Kab.Fak-fak ) disebelah Selatan, serta pulau – pulau disekitarnya menjadi daerah kekuasaan Sultan Tidore.


Majapahit Empire

Tanah Papua sangat kaya. Tembaga dan Emas merupakan sumber daya alam yang sangat berlimpah yang terdapat di Papua. Papua terkenal dengan produksi emasnya yang terbesar di dunia dan berbagai tambang dan kekayaan alam yang begitu berlimpah.

Papua juga disebut-sebut sebagai surga kecil yang jatuh ke bumi. Papua merupakan surga keanekaragaman hayati yang tersisa di bumi saat ini. Pada tahun 2006 diberitakan suatu tim survei yang terdiri dari penjelajah Amerika, Indonesia dan Australia mengadakan peninjauan di sebagian daerah pegunungan Foja Propinsi Papua Indonesia.

Di sana mereka menemukan suatu tempat ajaib yang mereka namakan “dunia yang hilang”,dan “Taman Firdaus di bumi”, dengan menyaksikan puluhan jenis burung, kupu-kupu, katak dan tumbuhan yang belum pernah tercatat dalam sejarah. Jika dikelola dengan baik, orang Papua pun bisa lebih makmur dengan kekayan alam yang melimpah tersebut.

Beberapa Raja-Raja di Papua


Raja Said Arobi Uswanas dari Kerajaan Fatagar, Papua

Kerajaan Fatagar pada tahun 1880-an adalah salah satu kerajaan yang paling penting dari Onin atau daerah Fak Fak.

Pada saat itu orang papua berhak pergi untuk tinggal di pulau Seram, di mana mereka juga mempunyai keluarga disana.

Kemudian nenek moyang dari raja Fatagar kembali dan dinobatkan sebagai raja. Semua raja-raja yang berkuasa Fatagar dikenal sebagai raja yang cukup baik dan bijaksana.

Kini dia adalah politisi penting di kabupaten Fak Fak, yaitu Raja Said Arobi Uswanas dari kerajaan Fatagar.

Sebagian besar kerajaan di sini diperintah oleh dinasti keturunan dari dinasti Rumbati, atau dibuat secara lokal semi-kerajaan (kemudian independen) oleh Rumbati. Fatagar adalah salah satu akar kerajaan dan dinasti turunan dari dinasti Rumbati.


Raja Patipi, Achmad Iba

Kerajaan Rumbati. Salah satu raja mantan raja dari kerajaan Rumbati adalah Patipi. Beliau sudah memerintah sejak lama. Beliau dikenal karena keinginannya memperkenalkan dan membawa Islam kepada orang-orang disekitarnya. Keberadaan dinasti raja ini adalah dinasti kedua yang mana pernah memerintah di Patipi.

Raja pertama masih dalam pemerintahan di abad ke-20 bahkan sempat diperintah olehnya selama dua kali periode raja pada wakktu itu, ketika dinasti kedua memerintah. Raja yang memerintah kini adalah sebatas wilayah Raja Bupati, yaitu Raja Patipi ketika Raja Bupati, Ahmad Iba dianggap sebagai penguasa ke 16 kerajaan Patipi.

Ketika saudara kandungnya Raja Usman Iba meninggal, ia menjadi bupati karena anak raja mewariskannya sebagai penerus atau ahli waris (putra raja almarhum) disaat ia masih mempelajari yaitu Raja Muda Atarai Iba. Hal ini tidak diketahui, ketika ahli waris tahta akan dinobatkan sebagai raja baru. Bupati adalah pensiunan pegawai dari departemen perikanan kabupaten Fak Fak. (icc.wp.com)






Unity in Diversity – Bhinneka Tunggal Ika – Berbeda Namun Satu

Video:

Video Jayapura Wall – Mysterious Enigmatic Undersea Structures [HD 720p / Re-Upload]

Artikel Lainnya:

Tidak ada komentar:

ERWEBS - Erfin Website Maker - www.erfins.com

ERWEBS - Erfin Website Maker - www.erfins.com
ERWEBS - JASA PEMBUATAN WEBSITE PROFESIONAL BOGOR Jasa Pembuatan Website, Iklan & Promo Di Internet, E Mail, Google Search Engine, Google Maps, Youtube, Twitter, Facebook, Instagram, Forum Jual Beli Kerjasama , News & Info, Update & Renovasi Website ,Merubah Blog Ke Web Dll

KREY / TIRAI ALUMUNIUM OUT DOOR

KREY / TIRAI ALUMUNIUM OUT DOOR
KREY / TIRAI ALUMUNIUM OUT DOOR - Tirai outdoor - tahan hujan, tirai matahari, tirai garasi mobil, krey tahan air, tirai penghalang matahari, tirai teras modern, penutup panas depan rumah.

SHARE THIS / BAGIKAN

HUBUNGI KAMI

 HUBUNGI KAMI DI HP / WA : 



0895 12649 818

0812 56 161720  

WA 0812 56 161720

TERBARU

TERBARU - ERFIN SYAFRIZAL, ERFINS, www.erfins.com

Penerapan ganjil genap di 26 ruas jalan

Penerapan ganjil genap di 26 ruas jalan
penerapan ganjil genap di 26 ruas jalan akan berlaku pada periode Senin - Jumat pada pukul 06.00 - 10.00 WIB dan 16.00 - 21.00 WIB.

ASMAUL HUSNA

CARI AYAT DI AL QURAN

Total Tayangan Halaman