Cari Blog Ini

Minggu, 23 Mei 2021

Lagu Erfin

Erfin Syafrizal

 

Hp / WA : 0812 56 161720

 

Office : Jl Cilubang Lebak No 15 Rt 01 / Rw 01

Kelurahan : Setu Gede  Kecamatan : Bogor Barat  Kota : Bogor 

Propinsi : Jawa Barat  I N D O N E S I A

 

 E Mail. Erfin234@Gmail.Com

 

www.erfins.com

 =======


4.   PANCASILA

 

Erfin Syafrizal : Lagu, Lirik, Vocal, Guitar – Www.Erfinsyafrizal.Com

 

Pancasila

 

Dasar Negara Indonesia.

 

Pañca Berarti Lima

Dan Śīla Berarti Asas.

 

Pancasila

Pedoman Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara Rakyat Indonesia.

 

Reff

Lima Sila Dalam Pancasila Ketuhanan Yang Maha Esa,

 

Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab,

Persatuan Indonesia,

 

Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan

 

Dalam Permusyawaratan/Perwakilan,

 

Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat

 

Itulah Pancasila

Https://Www.Youtube.Com/Watch?V=Scdi8schsve

 

5.   BHINNEKA TUNGGAL IKA

 

Erfin Syafrizal : Lagu, Lirik, Vocal, Guitar

 

Bhinneka Tunggal Ika

Semboyan Bangsa Indonesia

Yang Tertulis Pada Lambang Negara  Garuda Pancasila.

 

Bhinneka Tunggal Ika 2x

 

Artinya “Berbeda-Beda

Tetapi Tetap Satu”.

 

Walau Berbagai  Suku Bangsa Indonesia  Adalah Satu

 Bhinneka Tunggal Ika 2x

 

Lambang  Persatuan Indonesia

 

https://www.youtube.com/watch?v=PbHK8FhOBsM

 

 

6.   PROKLAMASI

 

Lagu, Vocal, Musical Instrument : Erfin Syafrizal.

Lirik : Teks Proklamasi

 

Proklamasi

Kami Bangsa Indonesia,

Dengan Ini Menjatakan

Kemerdekaan Indonesia.

 

Hal-Hal Jang Mengenai Pemindahan Kekoeasaan D.L.L.,

Diselenggarakan Dengan Tjara Seksama

Dan Dalam Tempo

Jang Sesingkat-Singkatnja.

Https://Mobi.Soundcloud.Com/Erfin6/Proklamasi-Lagu-Vocal-Musical-Instrument-Erfin-Syafrizal-Lirik-Teks-Proklamasi

https://mobi.soundcloud.com/erfin6/proklamasi-lagu-vocal-musical-instrument-erfin-syafrizal-lirik-teks-proklamasi


Sumpah Pemuda

Lagu, Vocal, Musical Instrument : Erfin Syafrizal

Sumpah PemudaKami Putra dan Putri Indonesia,mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. Sumpah PemudaKami Putra dan Putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Sumpah PemudaKami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

https://www.youtube.com/watch?v=rs_eqPLX_KA



Selasa, 11 Mei 2021

Menuduh Org lain Jahat, Celaka, Munafik, Kafir, atau bahkan Saleh (Cukuplah Allah swt yang Mengetahui)

Menuduh Org lain Jahat, Celaka, Munafik, Kafir, atau bahkan Saleh (Cukuplah Allah swt yang Mengetahui)

By Fitri Yannedi on Wednesday, 16 November 2011 at 12:47


Hadis shahih Bukhari no 1713



Dari Jabir bin ‘Abdullah, bahwa Mu’az bin Jabal ra sholat dengan Rasululllah saw. Setelah itu ia kembali kepada kaum-nya dan sholat bersama mereka, lalu ia membaca surat al Baqarah (surat yang panjang. red).



Ada seorang pria mendahului dan sholat dengan ringkas saja. Hal itu disampaikan orang kepada Mu’az , lalu ia berkata: “Orang itu munafik.” Kabar ini sampai kepada orang itu. Lalu ia datang kepada Nabi saw dan berkata, “Ya, Rasulullah ! kami ini bekerja dengan tangan kami. Kami mengairi kebun-kebun kami. Kemarin Mu’az sholat bersama kami dan ia membaca surat al Baqarah. Lalu saya mendahului. Ia menuduh saya munafik !”



Rasulullah saw berkata, “Hai Mu’az, tukang membuat keributankah engkau ?” Rasul mengucapkannya tiga kali. “Bacalah sura ‘Wasy-syamsi wa dhuhaha’, surat ‘Sabbihisma rabbikal a’la, dan surat-surat yang seperti itu.”



Hadis shahih Bukhari no 1709

Dari Abu Zar ra, ia mendengar Nabi saw bersabda, “Seorang pria yang menuduh pria lain jahat, atau menuduhnya kafir, maka tuduhan itu berbalik kepadanya, jika orang yang dituduhkannya itu tidak seperti itu.”



Hadis shahih Muslim no 2249

Dari Jundab ra, katanya Rasulullah saw bercerita bahwa seorang laki-laki pernah berkata: “Wallah ! (Demi Allah) Allah Ta’ala tidak akan mengampuni dosa si Fulan.” Maka sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, “Siapa itu bersumpah atas nama-Ku, bahwa Aku tidak akan mengampuni dosa si Fulan? Sesungguhnya Aku mengampuninya. Maka hapuslah amalanmu (karena ucapanmu itu).”



Hadis shahih Muslim no 2251

Dari Abu Hurairah ra katanya Rasulullah saw bersabda: “Apabila seseorang berkata, ‘Celakalah mereka!’ maka orang itulah yang paling celaka.”



Hadis shahih Bukhari no 250



Mahmud bin Rabi’ AL Anshari ra menceritakan: ” Bahwa ’Itban bin Malik adalah salah seorang sahabat Rasulullah saw dari golongan Anshar yang ikut dalam perang Badar. Dia datang kepada Rasulullah saw dan berkata, ”Ya, Rasulullah ! Penglihatan-ku sudah lemah. Sedangkan aku shalat menjadi imam bagi bagi kaum-ku. Apabila hari hujan, maka air mengalir di lembah yang terbentang antara rumahku dan mereka, sehingga aku tak dapat datang ke mesjid untuk shalat berjama’ah dengan mereka. Aku ingin, ya, Rasulullah, supaya Anda datang ke rumahku, kemudian Anda shalat di sana dan jadikanlah rumahku itu menjadi mushala.”



Jawab Rasulullah saw, ”Insya Allah, aku akan datang.”



Kata ’Itban, ”Pada suatu pagi Rasulullah datang bersama-sama dengan Abu Bakar. Ketika itu hari telah agak siang. Rasulullah minta izin hendak masuk ke rumahku dan aku mempersilahkan beliau masuk. Ketika beliau telah berada di rumahku beliau tidak duduk.

Beliau bertanya: ”Di sebelah mana engkau suka aku shalat di rumahmu ini?”



Kata ’Itban: ”Aku hanya menunjuk ke suatu sudut dalam rumahku.”

Maka berdirilah Rasulullah di tempat itu, lalu beliau takbir. Kami pun berdiri dan membuat shaf di belakang beliau. Beliau shalat dua raka’at kemudian memberi salam. Setelah itu minta beliau tinggal sebentar untk menikmati makanan yang telah disediakan untuk beliau. Maka berdatanganlah para tetangga berkumpul ke rumah itu.



Di antara mereka ada yang bertanya, ”Di mana Malik ibnu Dukhaisyin atau Ibnu Dukhsyun?”

Kata yang lain, ”Si Munafik itu?? Dia tidak mencintai Allah dan Rasul-Nya.”



Sabda Rasulullah, ”Janganlah berkata begitu ! Bukankah anda tahu bahwa dia telah mengucapkan La illaha illallah, karena menginginkan keridhoan Allah?”



Jawab orang itu, ”Allah dan Rasul-Nya-lah yang lebih tahu.”

Dan katanya pula, ”Kami telah menyaksikan bagaimana pandangan dan kejujuran Nabi menghadapi orang-orang munafik.”



Bersabda Rasulullah saw: ”Sesungguhnya Allah mengharamkan masuk neraka orang-orang yang mengucapkan ”laa illaaha illallah” dengan niat semata-mata karena menginginkan keridhoan Allah.”





Hadis shahih Bukhari no 650



Kharijah bin Zaid bin Tsabit bercerita, bahwasannya Ummul ‘Ala, seorang wanita Anshar yang pernah bi’at (a) dengan Nabi saw menceritakan kepadanya bahwa seorang Muhajirin mengadakan undian, kebetulan jatuh pada kami Usman bin Maz’un, lalu kami beri tempat di tempat kami. Tidak lama kemudian Usman sakit, dan menyebabkan dia meninggal dunia. Mayatnya kami mandikan dan kami kafani, setelah itu Rasulullah pun tiba.



Kataku, “Semoga rahmat Allah tercurah kepadamu hai Bapak Saib (Usman). Aku menjadi saksi bagimu, sesungguhnya Allah memuliakanmu.”



Nabi saw bertanya: “Bagaimana engkau tahu bahwa Allah telah memuliakannya?”



Jawabku, “Ya, Rasulullah ! Biarlah Bapakku jadi tebusanmu. (b) Siapakah kiranya yang dimuliakan oleh Allah?”



Jawab Nabi saw: “Dia telah meninggal. Demi Allah, aku hanya mengharapkan, semoga dia mendapat kebaikan. Demi Allah, biarpun aku seorang Rasul Allah, namun aku tidak tahu apa yang diperbuat terhadap-ku.”



Kata Ummul ‘Ala, “Demi Allah ! Sesudah itu saya tak pernah lagi menyatakan seseorang saleh.”



Catatan pinggir:

(a) Bi’at: bersumpah atau berjanji setia akan mematuhi segala peraturan.

(b) Kata-kata ini diucapkan oleh orang Arab untuk menunjukkan kesetiaan, kepatuhan dan penghormatan



Sumber: http://maman12.multiply.com/journal/item/44

https://web.facebook.com/notes/gerakan-penguatan-akidah-anak-nagari/menuduh-org-lain-jahat-celaka-munafik-kafir-atau-bahkan-saleh-cukuplah-allah-swt/260665827318724?_rdc=1&_rdr